Tampilkan postingan dengan label NEWS ADVENTURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS ADVENTURE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Lomba Wirapala

 Lomba Lintas Alam Lereng Gunung Kawi dalam rangka memperingati HUT WIRA PALA BLITAR KE-13

MEMPEREBUTKAN:
* juara beregu PA PI 1,2,3 + uang pembinaan
* juara perorangan PA PI 1,2,3 + uang pembinaan
* peserta terbanyak,
* peserta terunik
* peerta termuda,tertua
* peserta terjauh
* spanduk terbaik
* stiker terbaik

PENDAFTARAN:
* Perorangan pa/pi Rp.20.000
* beregu Pa/Pi Rp.50.000
* sapanduk Rp.5.000
* stiker Rp.4.000

FASILITAS >>
*piagam,stiker,soft drink,snack & dor price

LOKASI START >>
* lapangan Desa Tegal asri,Wlingi-Blitar jawatimur

RUTE KE START
* BUS > dari segala jurusan turun di Kawedanan Wlingi.menuju ke utara tempat lokasi.
* KERETA API > Turun di stasiun wlingi,menuju ke utara menuju tempat lokasi..

Pendaftaran : 31 Maret - 26 Mei 2013
Pelaksanaan Kegiatan : 26 Mei 2013
Sekretariat : Desa Tegalsari RT.2 RW.2 Wlingi Blitar
CP :
- Didik Rupan 087 860 015 334
- Ceming 085 736 722 668
- Bidin 087 756 634 871

NB.
KARENA LOKASI START DI BAWAH KAKI G.KAWI DI MOHON HADIR LEBIH AWAL,KARENA LOKASI START DARI PEMBERHENTIAN KENDARAAN AGAK JAUH..

Minggu, 02 Desember 2012

Survival Di Gunung, Sebuah Panduan Lapangan



Gunung adalah salah satu lingkungan yang tidak lazim dihuni oleh manusia. Namun gunung sering menjadi tempat pilihan pertama bagi sebagian orang untuk kegiatan mereka. Kondisi alam di gunung sangatlah sulit ditebak. Kadang cuaca cerah tapi dengan hitungan menit sudah menjadi hujan disertai angin kencang. Selain itu cuaca di gunung sangat dingin. Tak heran jika banyak terjadi kecelakaan di gunung. Melakukan persiapan dengan baik sebelum melakukan kegiatan di gunung adalah tindakan survival yang utama dan paling mudah dilakukan,
tapi manfaatnya adalah sangat besar bagi nyawa manusia. Mengenal medan Secara umum kondisi medan di gunung adalah berbahaya, terutama bagi orang yang tidak pernah mengenalnya, namun bagi sebagian orang gunung adalah tempat yang sangat dicintai karena alamnya yang sangat indah. Selain itu ada sensasi sendiri bagi orang yang bisa mendaki dan mencapai puncak gunung. Berikut adalah beberapa hal tentang kondisi medan di gunung :
  •      Suhu udara dingin, beberapa gunung di Indonesia bahkan bisa mencapai 0 derajat celcius.
  •     Kontur tanah tidak rata, banyak jurang dan lembah.
Sebagian gunung di Indonesia lerengnya terdapat hutan yang lebat, sehingga banyak sumber makanan dan air, namun di bagian puncak gunung, hampir tidak ada sumber makanan.
 
Untuk gunung yang mempunyai hutan di lerengnya, biasanya terdapat binatang seperti harimau, babi hutan, ular berbisa dan anjing liar.

Persiapan Hal yang perlu disiapkan ketika melakukan kegiatan di gunung adalah :
  •         Kondisi tubuh yang sehat.
  •         Kondisi mental yang stabil.
Tujuan melakukan kegiatan di gunung harus jelas, supaya pola kegiatan yang dilakukan bisa direncanakan dengan baik. Mengingat kondisi medan di gunung berbeda dengan kondisi medan yang biasa kita hadapi, maka ada peralatan-peralatan dan bahan yang harus kita siapkan dan bawa yaitu:

Peralatan Dasar
Pakaian yaitu : baju lapangan, kaus dari bahan yang bisa menyerap keringat, jelana (buka jins), pakaian dalam secukupnya, jas hujan, kaus kaki, kaus tangan, penutup kepala (topi rimba dan balaclava), ikat pinggang, sepatu untuk mendaki (trekking).
Peralatan untuk beristirahat : shelter (tenda buatan atau alami), sleeping bag, matras atau alas.
Peralatan untuk masak : kompor, panci, gelas / piring (dari plastik atau bahan lain yang tidak mudah pecah), pematik api, dan bahan bakar (disesuaikan dengan kompor atau pemanas yan tersedia)
Peralatan Pribadi : sabun, sikat gigi, handuk, obat pribadi, jarum, benang dan peralatan lain sesuai kebiasaan.
Ransel atau tas punggung yang sesuai dengan barang bawaan dan pisau rimba dan ponco.

Peralatan tambahan
  •     Peralatan Navigasi : GPS, peta, kompas, jam tangan
  •     Peralatan Fotografi : kamera SLR atau pocket, handycam.
  •     Peralatan Komunikasi : telepon selular, handy talky.

 Etika di gunung
Di manapu kita berada sebaiknya kita tetap menjaga kebiasaan lingkungan setenpat. Maka ketika melakukan kegiatan di gunung, kebiasaan atau aturan penduduk asli haus kita hormati dan jangan sekali-kali menentangnya. Selain menghormati kebiasaan setempat, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya kita lakukan :
  •     Kendalikan diri, dan ketahuilah kemampuan diri sendiri
  •     Jangan meninggalkan sampah.
  •     Jangan meninggalkan api.
  •     Jika menemukan sumber makanan dan air gunakan seperlunya saja.
Jagalah keseimbangakn ekosistem yang ada, jangan merusak dan memberi tanda-tanda permanen di gunung. Gunakanlah jalur yang normal dan aman. Selalu mengingat jalur mana yang telah dilewati, jika tersesat maka bisa kembali ke jalan semula.

Kecelakaan di gunung
Kegiatan di gunung memang rawan terhadap kecelakaan. Penyebabnya adalah kondisi medan di gunung yang ekstrim. Kecelakaan di gunung biasanya disebabkan oleh :
  •     Kedinginan
  •     Kelaparan
  •     Kehausan
  •     Kehilangan arah / tersesat

Kedinginan
Hampir sebagian besar korban kecelakaan gunung disebabkan oleh kedinginan. Maka untuk menanmbah angka korban tersebut ada baiknya bertindak cermat ketika kedinginan melanda. Akibat dari kedinginan Akibat dari kedinginan adalah penyakit hipotermia, kondisi tubuh tidak normal karena kedinginan (suhu normal manusia 36-37 derajat celcius). Hipotermia disebabkan karena panas di permukaan tubuh sudah hilang sehingga organ-organ tubuh pun akan mengalami kedinginan. Jika pembuluh darah sampai mengerut karenan kedinginan maka akibatnya sangat fatal, karena bagian tubuh yang sirkulasi darahnya terhenti akan rusak dan penanganannya adalah amputasi. Selain gangguan di organ-organ tubuh, orang yang mengalami hipotermia akan kehilangan koordinasi tubuh dan pola pikir rasional, maka tak heran jika orang yang menderita hipotermia bicaranya akan kacau di luar sadar, bahkan bisa pingsan. Mencegah dan menangani kedinginan

Beberapa point penting ketika mengalami kedinginan adalah :
  •     Jaga agar pakaian dan tempat istirahat tetap kering
  •     Jaga peralatan dan pakaian yang dikenakan dalam keadaan bersih
  •     Makan dan minuman yang panas dan mengandung banyak kalori
  •     Kurangi aktifitas yang tidak perlu.
  •     Berlindung di tempat yang aman.

Untuk mencegah kedinginan ketika di gunung yang paling mudah adalah gunakan pakaian penahan dingin seperti jaket. Tetaplah gunakan pakaian yang dapat menyerap keringat dengan baik seperti kaus dari bahan katun sebagai lapisan pertama yang menyentuh kulit. Pakailah juga kaus tangan dan kaus kaki yang baik dan cukup tebal untuk menahan dingin. Selain pakaian, untuk mengatasi dinginnya udara dingin, adalah memanfaatkan api. Dengan membuat perapian maka panas tubuh dapat terjaga dengan baik. Untuk membuat api usahakanlah agar tetap terlokalisasi. Caranya gunakan batu sebagai batas perapian dan sebelum meninggalkan tempat pastikan bahwa api sudah benar-benar padam, kalau perlu siramlah dengan air. Jangan sampai perapian yang dibuat menjadi penyebab musnahnya ekosistem. Cara lain adalah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman hangat. Jika kedinginan maka tubuh akan bereaksi melakukan pembakaran kalori menjadi panas. Tapi jika kalori tidak tersedia maka akibatnya akan fatal. Maka makanan dan minuman hangat adalah usaha pencegahan kedinginan dari dalam tubuh yang baik. Perlu diingat juga agar kedinginan tidak menyerang adalah jangan berada di lokasi hempasan angin.

Kelaparan
Ini adalah ancaman bahaya yang paling gampang diprediksi dan ditanggulangi. Sebagai manusia yang setiap kali makan, maka seharusnya bisa mengukur berapa makanan yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu. Rumus yang sering digunakan untuk membawa jumlah makanan yang diperlukan adalah 2n+1 (n adalah jumlah hari selama melakukan kegiatan), jika kegiatan dilakukan selama 2 hari, maka perbekalan yang dibawa adalah 5 x jumlah makanan dalam kondisi normal. Jika sampai terjadi kelaparan maka penyebabnya adalah: salah perhitungan, hilang, atau tersesat sehingga waktu kegiatan menjadi lebih lama. Kelaparan akan menjadi masalah serius, dalam jangka waktu tertentu, tergantung kondisi masing-masing orang, kelaparan dapat menyebabkan kematian. Satu-satunya jalan untuk mengatasi bahaya kelaparan di gunung adalah mencari bahan makanan dan makan.


Kehausan
Air adalah bagian yang sangat penting dalam tubuh manusia. Kekurangan cairan dalam tubuh akibatnya sangat fatal (kematian) dibandingakan kekurangan makanan. Dampak dari kehausan atau dehidrasi adalah : · Pingsan
  •     Kehilangan orientasi dan pola pikir rasional
  •     Gerakan-gerakan tubuh tidak terkoordinasi (gemetar)
  •     Mati Jika dalam keadaan dihidrasi, maka langkah darurat yang harus dilakukan adalah :
  •     Mencari tempat berteduh (jika cuaca panas)
  •     Istirahat dan kurangi aktifitas yang tidak perlu.
  •     Cari sumber air yang bisa dimanfaatkan dengan aman


Kehilangan arah / tersesat

Kegiatan di alam terbuka mempunyai resiko utama tersesat. Ketika orang tersesat maka kondisi mental mereka akan menurun, panik, lebih-lebih jika sendirian. Berikut tip untuk menangani keadaan tersebut :

    Pastikan bahwa dalam perjalanan, arah yang dituju benar, paling tidak ada orang lain yang tahu arahnya.
    Selalu gunakan alat-alat navigasi seperti peta, kompas, GPS, dan alat komunikasi.
    Jika sudah tersesat, kembali lagi ke jalan sebelumnya, jika tidak ketemu maka langkah yang terbaik adalah berhenti dan beristirahat dulu, berpikir, kenali medan dengan bantuan alat navigasi dan merencanakan tindakan selanjutnya – Rumus STOP (Site, Thingking, Observation, Planing)
    Gunakanlah alat komunikasi untuk mengubungi orang lain.

 
Jika tersesat dan perjalanan tidak mungkin dilakukan maka langkah yang ditempuh adalah :

  •     Buat tempat perlindungan untuk istirahat.
  •     Jaga agar kondisi tubuh tetap dapat beraktifitas dengan baik.
  •     Periksa peralatan dan bahan makanan, jika tidak cukup, maka sebaiknya mencari.
  •     Komunikasi dengan orang lain, jika tidak mungkin maka buat tanda untuk menarik perhatian orang

Minggu, 18 November 2012

LINTAS ALAM KEDIRI - BAJULAN 2012

Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan tahun 2012 , Pemerintah Kota Kediri menyelenggarakan Lomba Gerak Jalan Napak Tilas Route Geriliya  Panglima Besar Jendral Soedirman Ke-31

Sabtu,24 November
Pukul 05.30 WIB
Start : Depan TMP Joyoboyo ,Jl PK Bangsa Kota Kediri
Finish : Dusun Magersari - Desa Bajulan Kec Loceret Kab Nganjuk

Jenis Lomba :

    1. Beregu Bertandu Putra / Putri / Campuran ( 6 orang )
    2. Perorangan Putra
    3. Perorangan Putri

Biaya Pendaftaran :

    1. Beregu Rp 30.000
    2. Perorangan Rp 10.000

Waktu Pendaftaran :
7 November s/d 23 november 2012
Pukul 08.00 - 14.00 WIB
Tempat Pendaftaran :
Dinas Bubparpora Jl KDP Slamet No 33 Kota Kediri Telp 0354 773157

Costume :
Pakaian Jaman Perjuangan Kemerdekaan
Hadiah :

    Piala Bergilir Walikota Kediri
    Piala tetap
    Uang Pembinaan Total Rp 10.000.000,-

Selasa, 13 November 2012

“Peak Performance” Sebelum Mendaki Gunung

Keberhasilan pencapaian puncak sebuah pendakian gunung akan selalu di tentukan dari berbagai aspek, salah satunya adalah aspek Fisik. Pendakian Gunung akan selalu menuntut para “climbers” untuk mempersiapkan diri/fisik yang memadai. 

Pada prinsipnya mendaki gunung dibutuhkan kekuatan dan daya tahan otot tertentu, serta memiliki kapasitas VO2 Max yang baik. Hal ini perlu sekali untuk mengatasi tipisnya oksigen di daerah ketinggian, serta mengatasi beratnya beban yang dibawa (ransel).

Dalam upaya peningkatan performance yang baik, latihan fisik mempunyai periodisasi latihan, yang dapat mendukung para pendaki dalam mencapai keadaan fisik prima yang kita sebut Peak Performance. Berikut 2 (dua) komponen latihan dalam periodisasi :

Volume Latihan :
  • Jumlah seluruh kegiatan yang dilakukan dalam latihan, meliputi waktu dan lama latihan berlangsung.
  • Jarak yang ditempuh atau berat yang diangkat per unit waktu
  • Jumlah ulangan suatu latihan atau elemen teknik yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu
   
     Intensitas Latihan :
  • Kekuatan dari rangsangan bergantung pada beratnya beban, kecepatan melakukan suatu gerakan dan variasi interval atau istirahat antar ulangan.
  • Intensitas latihan usaha atau tenaga yang diperagakan oleh atlet pada sesi latihan, intensitas latihan adalah tingkat kesulitan daripada suatu latihan.
Kedua komponen tersebut diatas menjadi alat ukur keberhasilan pendaki dalam proses pencapaian Peak Performance tersebut.

Keterangan gambar : Pelari Lintas Alam

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan